Hubungan Kesesuaian teman sebaya dan perilaku agresif remaja di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.62260/causalita.v3i1.527Keywords:
Peer Conformity, Aggressive behavior, adolescentAbstract
Masa remaja adalah fase perkembangan transisi yang menandai pergeseran dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada fase ini, remaja rentan menunjukkan perilaku agresif, yang sebagian dipengaruhi oleh kesesuaian teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian teman sebaya dan perilaku agresif di kalangan remaja di Kota Padang. Penelitian menggunakan metode korelasi kuantitatif. Sebanyak 102 remaja laki-laki berusia 16-18 tahun yang pernah terlibat dalam perkelahian berpartisipasi dalam penelitian ini, dan sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Berdasarkan teori Baron & Byrne, instrumen yang digunakan meliputi skala kesesuaian teman sebaya 18 item, berdasarkan (α = 0,855) dan skala agresi 19 item berdasarkan teori Buss & Perry (α = 0,947). Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kesesuaian teman sebaya dan perilaku agresif (r = 0,351, p < 0,001), menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesesuaian teman sebaya, semakin besar kecenderungan perilaku agresif. Penelitian ini menekankan pentingnya lingkungan konformitas teman sebaya sosial dalam membentuk perilaku remaja.
References
Andriyani, A. (2020). Pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian remaja. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 78–85. https://doi.org/10.17977/um019v5i12020p078
Astriani, F. (2019). Perilaku agresi pada remaja: Faktor penyebab dan dampaknya. Jurnal Psikologi Perkembangan, 10(2), 34–41.
ANTARA News. (2020, Januari 28). Media sosial digunakan geng motor Cirebon saling tantang tawuran. https://www.antaranews.com/berita/1237708/media-sosial-digunakan-geng-motor-cirebon-saling-tantang-tawuran
ANTARA News. (2023, September 14). Sosiolog jelaskan penyebab meningkatnya tren tawuran di Padang. https://www.antaranews.com/berita/4172397/sosiolog-jelaskan-penyebab-meningkatnya-tren-tawuran-di-padang
ANTARA News. (2024, Mei 9). Polisi: Media sosial jadi ajang pamer aksi tawuran di antara remaja. https://www.antaranews.com/berita/4010751/polisi-media-sosial-jadi-ajang-pamer-aksi-tawuran-di-antara-remaja
Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Social psychology (10th ed.). Pearson.
Brown, B. B., & Larson, J. (2009). Peer relationships in adolescence. In R. M. Lerner & L. Steinberg (Eds.), Handbook of adolescent psychology: Contextual influences on adolescent development (Vol. 2, pp. 74–103). Wiley.
Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The aggression questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452–459. https://doi.org/10.1037/0022-3514.63.3.452
Cialdini, R. B., & Goldstein, N. J. (2004). Social influence: Compliance and conformity. Annual Review of Psychology, 55, 591–621.
Estevez, J. F., Teresa, D. M., & David, P. R. (2018). Peer influence and aggressive behavior in adolescence: A structural equation modeling approach. Journal of Youth and Adolescence, 47(3), 607–620. https://doi.org/10.1007/s10964-017-0731-7
Ganta, A., & Soetjiningsih, R. (2022). Perilaku menyimpang remaja dalam perspektif lingkungan sosial. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 14(1), 45–56.
Gerungan, W. A. (2010). Psikologi sosial. Bandung: Refika Aditama.
Hurlock, E. B. (2009). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima). Erlangga.
Indonesia. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Imawati, I. (2018). Tawuran pelajar sebagai bentuk perilaku menyimpang remaja. Jurnal Kriminologi Indonesia, 14(2), 90–101.
Julianti, N. (2017). Bentuk-bentuk agresi pada remaja dan implikasinya dalam pendidikan. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 4(1), 55–63.
Malihah, E., Maftuh, B., & Amalia, R. (2014). Solidaritas kelompok dalam tawuran pelajar: Tinjauan dari perspektif sosiologi pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(4), 443–457.
Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2001). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya (ed. revisi). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Myers, D. G. (2010). Social psychology (10th ed.). New York: McGraw-Hill.
Nugroho, A. W. (2015). Hubungan antara konformitas teman sebaya dengan agresivitas siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 4(1), 1–7.
Rahmawati, N., & Asyanti, S. (2017). Perilaku agresif dan faktor penyebabnya pada remaja. Jurnal Empati, 6(2), 121–127.
Santrock, J. W. (2007). Adolescence (11th ed.). McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2016). Psikologi pendidikan (ed. ke-5, Alih bahasa: Jane Soedradjad). Jakarta: Kencana.
Sari, N. P., & Saifuddin, M. (2023). Karakteristik perilaku agresif pada remaja di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Remaja, 3(1), 17–25.
Yunalia, I., & Etika, R. (2020). Perilaku agresi dan penanganannya pada remaja sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi MINDSET, 11(2), 89–97.
Zimbardo, P. G. (1969). The human choice: Individuation, reason, and order vs. deindividuation, impulse, and chaos. Dalam W. J. Arnold & D. Levine (Eds.), Nebraska symposium on motivation (hlm. 237–307). University of Nebraska Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Adilla Intan Putri, Roza Eva Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



