Hubungan Antara Self-empowerment Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Penderita Lansia di Guguk Panjang Kota Bukittinggi

Authors

  • Fadhlur Rahman Universitas Negeri Padang
  • Rida Yana Primanita Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.62260/causalita.v1i4.138

Keywords:

Diabetes Mellitus Tipe 2, Self-empowerment, Kualitas Hidup

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) memengaruhi kualitas hidup seseorang. Konsep kemandirian membantu penderita DMT2 mengendalikan kondisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self-empowerment dan kualitas hidup penderita DMT2 berhubungan. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dan korelasional. Penelitian ini melibatkan pria dan wanita dari Bukittinggi. Jumlah sampel yang diambil secara tidak sengaja adalah tiga puluh responden. Alat pengukur DES-LF dan DQOL digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 83.3% responden yang memiliki self-empowerment rendah menunjukkan kualitas hidup yang tinggi berkat dukungan keluarga dan kepercayaan diri yang lebih besar. Sebaliknya, sekitar 16.7% responden yang memiliki self-empowerment tinggi menunjukkan kualitas hidup yang rendah karena stres yang tinggi yang disebabkan oleh penyakit jangka panjang. Sementara stres dan ketidakmampuan mengelola penyakit mempengaruhi kualitas hidup penderita DMT2, dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan self-empowerment.

References

Adli (2021). Diabetes Mellitus Gestasional: Diagnosis dan Faktor Risiko. Jurnal Medika Hutama, 03(01), 1545–1551.

Ahli Gizi Indonesia, P., & Dietsien Indonesia, A. (2019). Penuntun Diet Dan TerapiGizi Edisi 4 (Suharyanti, Budi Hartati, Triyani Kresnawan, & Sunarti (eds.); 4th ed.).

Burroughs, T., Williams & Matrix. 2004. Development and Validation of The Diabetes Quality. [serial online] http://spectrum.diabetesjournals.org/content/17/1/41[diakses pada tanggal 18 Maret 2018]Chaidir, R., Wahyuni, A. S., & Furkhani, D. W. (2017). HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS. Jurnal Endurance, 2(2), 132. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1357

MM, F., & RM, A. (2004). Empowerment and Self-Management of Diabetes. Clinical Diabetes.

More, Y. F., Littik, S. K. A., & Sinaga, M. (2023). Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. T.C Hillers Maumere Kabupaten SIKKA. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 7(2), 110–119. https://doi.org/10.52643/jukmas.v7i2.3114

Nuari, N. A., & Kartikasari, M. (2015). PENINGKATAN SELF EMPOWERMENT DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN PENDEKATAN DEE BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL. 1–33.

Pahlevi, R. (2021). Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Terbesar Kelima di Dunia. Databooks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/22/jumlah-penderita-diabetes-indonesia-terbesar-kelima-di-dunia

Wild, S., Roglic, G., Green, A., Sicree, R., & King, H. (2004). Global Prevalence of Diabetes. Diabetes Care, 27(5), 1047–1053. https://doi.org/10.2337/diacare.27.5.1047

Zulfa, A. 2017. Hubungan strategi pemberdayaan dengan empowerment pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta. [serial online] http://v1.eprints.ums.ac.id/archive/etd/52142/3/2 [diakses pada tanggal 5 Januari 2018]

Downloads

Published

2024-05-27