FAKTOR-FAKTOR RESIKO DAN PROTEKTIF KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO) DI INDONESIA: SEBUAH STUDI LITERATUR
DOI:
https://doi.org/10.62260/causalita.v3i3.184Keywords:
Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), pelecehan, media sosialAbstract
Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) merupakan fenomena yang semakin meningkat dan mengkhawatirkan di era digital saat ini. Kasus KBGO meliputi berbagai bentuk kekerasan yang difasilitasi oleh teknologi, seperti pelecehan, intimidasi, dan penyebaran konten tanpa izin yang menyerang identitas gender seseorang. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengkaji beberapa jurnal yang relevan dengan topik Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia. Data diperoleh melalui analisis dokumen yang menjadi referensi dalam memahami isu kekerasan berbasis gender online. Melalui analisis data menggunakan metode deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kasus KBGO mengalami peningkatan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor seperti kurangnya regulasi yang melindungi korban, faktor sosial yang terakar dalam masyarakat, dan faktor individu yang berkaitan dengan psikologis pelaku turut mempengaruhi kekerasan berbasis gender online. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pendidikan kritis, literasi digital, dan penguatan regulasi yang responsif terhadap isu-isu kekerasan berbasis gender di dunia maya untuk mencegah dan menangani KBGO secara efektif.
References
Abercrombie, G., Jiang, A., Gerrard-Abbott, P., Konstas, I., & Rieser, V. (2023). Resources for automated identification of online gender-based violence: A systematic review. The 7th Workshop on Online Abuse and Harms (WOAH), 170-186.
Adkiras, F., Zubarita, F.R. dan Fauzi, Z.T.M. (2022) 'Konstruksi Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online Di Indonesia', Renaissan LEX, 6(4), hal. 781–798.
Al-Ubaidah, M. T. (2021, Juni 2024). Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Kumparan.com. https://kumparan.com/mohammadtetraalubaidah/kekerasan-berbasis-gender-online-kbgo-1v16FRfXjzk/2
Andaru, I. P. N. (2021). Cyber Child Grooming sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online di Era Pandemi. Jurnal Wanita dan Keluarga, Vol. 2(1), 41-51.
Delviero, J., Zarqa, F. D., Saputra, M. A. Y., & Wijaya, M. K. A. (2023). Eksistensi Regulasi Kekerasan Berbasis Gender Online Ditinjau Berdasarkan Perspektif Ius Constitutum Dan Ius Constituendum. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(14), 399-408. https://doi.org/10.5281/zenodo.8175077
Eleanora, F. N., Lestari, M. P., & Ismail, Z. (2023). Online gender-based violence study: Analysis of violence against women. Legal Spirit, 7(2), 299-314.
Eleanora, F. N., Lestari, M. P., & Ismail, Z. (2023). Online gender-based violence study: Analysis of violence against women. Legal Spirit, 7(2), 299-314.
Fadillah Adkiras, F. R. (2021). Konstruksi Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia. 781-798.
Helminasari, S., Helnisa, & Pasulle, K. (2023). Peningkatan Kesadaran Publik Terhadap Fenomena Sosial Sexting Sebagai Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak Berbasis Gender Online di Kota Samarinda. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 4(1), 29-38. https://mayadani.org/index.php/MAYADANI
Hikmawati, P. (2021). Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online: Perspektif Ius Constitutum dan Ius Constituendum. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(1), 59-74.
Iqbal, M., & Cyprien, G. (2021). The urgency of regulation in the case of online gender-based violence in Indonesia. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 16(2), 173-190.
Kemdikbud. Kekerasan Seksual - Merdeka Dari Kekerasan. (2022). Merdeka Dari Kekerasan. https://merdekadarikekerasan.kemdikbud.go.id/ppks/kekerasan-seksual/
Marzali, A. (2016). Menulis kajian literatur. Jurnal Etnografi Indonesia, 1(2), 27–36. https://doi.org/10.31947/etnosia.v1i2.1613
Melfianora. (2017). Penulisan karya tulis ilmiah dengan studi literatur. Open Science Framework, 1–3. Retrieved from osf.io/efmc2
Mohan, M. (2021). Satu dari tiga perempuan di dunia alami kekerasan fisik dan seksual, ungkap WHO. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-56342562
Moulita, M., Mazdalifah, M., & Lubis, F. W. (2023). Kekerasan Berbasis Gender Online di Kota Medan. Jurnal Simbolika, 9(2), 101-110. https://doi.org/10.31289/simbolika.v9i2.10063
Mustika, S & Corliana, T. (2022). Komunikasi Keluarga dan Resiliensi pada Perempuan Korban Kekerasan Berbasis Gender Online. Jurnal Komunikasi Pembangunan, Vol. 20(01), 14-26.
Ruslinia, A., Alfa, A. A., & Triantama, F. (2023). Analisis Aktor Non Negara dan Ketahanan Psikologi: Studi Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) [Non-State Actors Analysis and Psychological Resilience: A Case Study of Online Gender-Based Violence (OGBV)]. Jurnal Ketahanan Nasional, 29(2), 199-219. https://doi.org/10.22146/jkn.86516
Sahat Maruli Tua Situmeang, I. M. (2021). Kajian Hukum Kekerasan Berbasis Gender Online Dihubungkan Dengan Tujuan Pemidanaan Dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila. Res Nullius Law Journal , 162-177.
Simatumeang, I. M. (2021). Kajian Hukum Kekerasan Berbasis Gender Online Dihubungkan Dengan Tujuan Pemidanaan Dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila. Res Nullius Law Journal , 162-177.
Suzor, N., Dragiewicz, M., Harris, B., Gillett, R., Burgess, J., & Van Geelen, T. (2018). Human rights by design: The responsibilities of social media platforms to address gender-based violence online. Policy & Internet
Wahyuni, S., Siti, N., Kesumaningsih, I., Hargono, D. (2022). Korban Dan/Atau Pelaku: Atribusi Blaming pada Korban Kekerasan Seksual Berbasis Gender di Lingkungan Kampus. Brawijaya Journal of Science, Vol. 2(1), 1-17.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Juliana Sugandi, Annisa Fakhriyah Arsant, Mohd. Afuza Abthal Fajri, Salsabiila, Veromiika, Rahmadianti Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



