LEPAS DARI BELENGGU DIGITAL: GAMBARAN PROSES RESILIENSI PADA WANITA PENYINTAS CYBER SEXUAL HARASSMENT (CSH)
DOI:
https://doi.org/10.62260/causalita.v3i3.578Keywords:
resiliensi, wanita, penyintas cyber sexual harrasmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses resiliensi yang dilalui pada wanita penyintas pengalaman Cyber Sexual Harrasment (CSH). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 2 (dua) orang yang dipilih menggunakan pengambilan sampel dengan purposive sampling yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisi IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 4 tahapan dalam tema besar yang menjadi gambaran proses resiliensi yang dialami oleh wanita penyintas Cyber Sexual Harrasment (CSH) yaitu kesadaran akan luka, dorongan bangkit dalam diri, social support, serta transformasi diri. Setiap tahapan ini menggambarkan masing masing peranannya dalam proses resiliensi.
References
Abraham, V. R. T., & Herdiana, I. (2025). Gambaran penerimaan diri (self-acceptance) pada perempuan penyintas pornografi balas dendam (revenge porn). Repository Universitas Airlangga, 1–12.
Aviliani, D., Reza, F. A., & Isnaini, N. (2025). Dinamika psikologis perempuan korban cyber sexual harassment. Jurnal Studia Insania, 13(1), 44–65.
Balambeu, Y., Ranimpi, Y. Y., & Prayitno, I. S. P. (2024). Kecerdasan spiritual dan strategi koping religius pada pria penyintas kekerasan seksual: Tinjauan psikologi agama. Prosiding Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan, 37–49.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Fernet, M., Hébert, M., Brodeur, G., Guyon, R., & Lapierre, A. (2023). Youth’s experiences of cyber violence in intimate relationships: A matter of love and trust. Journal of Child Sexual Abuse, 32(3), 296–317.
Filmanda, F., Argiati, S. H. B., & Sugiarto, R. (2022). Dinamika psikologi perempuan penyitas cyber sexual harassment. Jurnal Spirits, 12(2), 86–95.
Foster, A. D. (2014). Traumatic life events and symptoms of anxiety: Moderating effects of adaptive versus maladaptive coping strategies [Master’s thesis, East Tennessee State University].
Grotberg, E. H. (2003). Resilience for today: Gaining strength from adversity. Praeger.
Hakim, I. L., & Widjanarko, M. (2025). Resiliensi pada korban pelecehan seksual. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(3), 1080–1090.
Hasibuan, L. (2022). Peran profesional dalam membantu mengatasi gangguan psikologis pada anak korban kekerasan seksual. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(1), 109–124.
Hendriani, W. (2018). Resiliensi psikologis: Sebuah pengantar. Kencana.
Herman, J. L. (2015). Trauma and recovery: The aftermath of violence--from domestic abuse to political terror. Hachette uK.
Hermansyah, M. T., & Hadjam, M. R. (2020). Resiliensi pada remaja yang mengalami perceraian orang tua: Studi literatur. Motiva: Jurnal Psikologi, 3(2), 52–57.
Hero, E., & Astini, B. (2023). Mental health communication: The phenomenon of cyber sexual harassment through social media. Asian Journal of Media and Communication, 7(1).
Isdavia, S., & Hakim, S. N. (2023). Resiliensi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta ditinjau dari spiritualitas dan efikasi diri [Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta].
Istiani, Y., Solehati, T., & Setyorini, D. (2023). Cope strategies for victims of sexual violence in adolescents: Scoping review. Volume 8(3), 1123–1132.
Januri, T. S. (2023). Cyber sexual harassment di media sosial sebagai bentuk penyimpangan sosial di era digital. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1), 63–72.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer publishing company.
Liestiany, L. (2023). Perempuan sebagai korban cyber sexual harassment di media sosial Instagram [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.
Maesaroh, A., Afiati, E., & Rahmawati, R. (2022). Profil regulasi emosi dan implikasinya bagi bimbingan dan konseling. Journal of Education and Counseling (JECO), 2(2), 209–216.
Marita, V. F., & Rahmasari, D. (2021). Resiliensi perempuan korban kekerasan dalam hubungan pacaran. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5).
Marsela, R. D., & Supriatna, M. (2019). Kontrol diri: Definisi dan faktor. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 3(2), 65–69. http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. 35). PT Remaja Rosdakarya.
Mustika, H. A. D., & Abidin, Z. (2025, Juni). Bersama luka mencapai makna: Gambaran post-traumatic growth perempuan dewasa awal penyintas kekerasan seksual. Jurnal Psikologi, 21(1), 49–65.
Nashori, F., & Saputro, I. (2021). Psikologi resiliensi. Universitas Sebelas Maret.
Nisa, M. K. (2016). Studi tentang daya tangguh (resiliensi) anak di panti asuhan Sidoarjo. Jurnal BK Unesa, 6(3).
O’Neil, E., Clarke, P., Fido, D., & Vione, K. C. (2022). The role of future time perspective, body awareness, and social connectedness in the relationship between self-efficacy and resilience. International Journal of Mental Health and Addiction, 20, 1171–1181. https://doi.org/10.1007/s11469-020-00434-6
Purwanto, M. D., & Hendriyani, R. (2020). Tumbuh dari luka: Gambaran post-traumatic growth pada dewasa awal pasca perceraian orang tua. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(2), 185–197.
Puspita, N., Kristian, Y. Y., & Onggono, J. N. (2018). Resiliensi pada remaja perkotaan yang menjadi korban bullying. Jurnal Perkotaan, 10(1), 44–76.
Salazar, M., Raj, A., Silverman, J. G., Rusch, M. L., & Reed, E. (2023). Cyber sexual harassment among adolescent girls: A qualitative analysis. Adolescents, 3(1), 84–91.
Saraswati, N. M. D., & Herdiana, I. (2021). Dukungan sosial online bagi penyintas pelecehan seksual: Sebuah tinjauan pustaka. Prosiding Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan, 246–254.
Semedhi, B. P., Lestari, S., & Hasanah, N. (2015). Resiliensi pengungsi konflik Sampang. Jurnal Mediapsi, 1(1).
Soehardiman, M. K. (2023). Studi fenomenologi resiliensi pada perempuan korban kekerasan seksual. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 4(2), 115–128. https://jurnal.uns.ac.id/candrajiwa/article/view/75246
Soehardiman, M. K., Scarvanovi, B. W., & Agustina, L. S. S. (2024). Studi fenomenologi resiliensi pada perempuan korban kekerasan seksual [Resilience on female victims of sexual violence: A phenomenology study]. Jurnal Ilmia.
Stephanie, C. (2021, Februari 24). Riset ungkap lebih dari separuh penduduk Indonesia “melek” media sosial. (O. Yusuf, Ed.). Retrieved Oktober 30, 2023, from https://tekno.kompas.com/read/2021/02/24/08050027/riset-ungkap-lebih-dari-separuh-penduduk-indonesia-melek-media-sosial
Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (1996). The Posttraumatic Growth Inventory: Measuring the positive legacy of trauma. Journal of traumatic stress, 9(3), 455-471.
Tuwah, M. (2016). Resiliensi dan kebahagiaan dalam perspektif psikologi positif. El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 10(1), 131–141.
Utami, C. T. (2017). Self-efficacy dan resiliensi: Sebuah tinjauan meta-analisis. Buletin Psikologi, 25(1), 54–65.
Wahyuni, L. (2022). Resiliensi pada penyintas revenge porn [Doctoral dissertation, Universitas Jambi].
Wong, P. T., Wong, L. C., & Scott, C. (2006). Beyond stress and coping: The positive psychology of transformation. In Handbook of multicultural perspectives on stress and coping (pp. 1–26). Springer US.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Amelia putri, Agitia Kurniati Asrila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



