PENERAPAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI SISWA KELAS XII SMK MUHAMMADIYAH 1 GRESIK

Authors

  • Aini Roviana Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Awang Setiawan Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.62260/causalita.v3i2.587

Keywords:

Group Counseling, Higher Education Motivation, Problem Solvin

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi setiap individu, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1, yang menjelaskan bahwa pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan proses belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana konseling kelompok berkontribusi dalam meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, serta membantu mereka menemukan solusi dan menentukan jalur karier masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan lima peserta dari SMK Mutu. Data kuantitatif diperoleh melalui penilaian pra-tes dan pasca-tes menggunakan skala motivasi untuk mengejar pendidikan tinggi yang diadaptasi dari College Motivation Scale (CMS) yang dikembangkan oleh Corts & Stoner (2008), sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan guru bimbingan dan konseling dan siswa, serta observasi yang dilakukan selama sesi konseling. Analisis skor perolehan menunjukkan bahwa subjek Am memperoleh skor 0,8 (kategori tinggi), subjek Na memperoleh skor 0,9 (kategori tinggi), subjek De juga memperoleh skor 0,9 (kategori tinggi), subjek Cf memperoleh 0,7 (kategori sedang), dan subjek Aa memperoleh skor 0,6 (kategori sedang). Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa intervensi konseling meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa untuk menyeimbangkan peran; meskipun beberapa siswa memperoleh skor sedang, mayoritas menunjukkan peningkatan yang tinggi. Secara kualitatif, sesi konseling membantu kelima peserta meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan interaksi sosial, kematangan pengambilan keputusan, kemampuan untuk menentukan bidang studi yang dituju, dan kepastian mengenai prospek karier masa depan setelah menyelesaikan kuliah. Proses konseling kelompok, yang dilakukan selama enam sesi dalam dua minggu, terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku, emosi, dan kognitif. Oleh karena itu, konseling kelompok berperan sebagai intervensi psikologis penting untuk membantu siswa SMK membangun kepercayaan diri, membuat keputusan karier, dan mengembangkan keberanian sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan

References

Aminah, S. d. (2021). Analisis Dampak Pelatihan Peningkatan Kompetensi Layanan Konseling Kelompok pada Guru BK SMA Se-Kabupaten Sleman. urnal Pendidikan Luar Sekolah, Vol. 2, 170-179.

Basuki, &. s. (2016). Kecakapan generik dan pengembangannya disekolah menengah kejuruan. jurnal teknologi dan kejuruan, 39(1).

Coll, K. (2008). College Student Retention: Instrument Validation And Value For Partnering Between Academic And Counseling Services. College Student Journal. Diambil kembali dari https://scholarworks.boisestate.edu/counsel_

Dale H. Schunk, P. R. (2012). Motivasi Dalam Pendidikan. Jakarta: Pt Indexs.

Fahmi, N. U. (2016). Layanan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa SMK Negeri 1 Depok Sleman. Jurnal Hisbah, Vol. 13, 69-84.

Habe, H. (2017). Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan. Jurnal Ekonomi, Keuangan Dan Bisnis, 2(1), 39-45.

Idya Agustina, A. W. (2009). Dukungan Sosial Dan Motivasi Belajar Siswa Sma MASEHI. Diambil kembali dari Https://Ejournal.Upnvj.Ac.Id/Index.Php/ Gantari/

M. Rangga Wk, P. N. (2001). Pengaruh Motivasi Diri Terhadap Kinerja Belajar. Jurnal Upi. Diambil kembali dari Http://Jurnal.Upi.Edu/Abmas/View/432/Pengaruh-Motivasi-DiriTerhadap-Kinerja-Belajar-Mahasiwa-Studi-Kasus-Pada-MahasiswaUniversitas-Paramadina-.Html

Mufida, S. T. (2020). Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Menangani. Independen (Jurnal Politik Indonesia Dan Global), 1(2).

Netta, A. (2018). Peran Motivasi Bagi Siswa Dalam Proses Belajar Mengajar. JurnalPedagogik24. Diambil kembali dari Https://Ejournal.Unmuha.Ac.Id/Index.Php/Pedagogik/Article/View/558

Ningsih, R. (2021). Meningkatkan Kemampuan Sumber Daya Manusia. Jurnal Revolusi Indonesia, 2(1).

Novitasari, D. S. (2021). Pemanfaatan ECommerce Sebagai Alat Untuk Mengembangkan Minat Berwirausaha Pada Siswa Smk. Prosiding Dedikasi.

Parhusip, A. (2022). Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Untuk Menciptakan Lapangan Pekerjaan. Jurnal Ilmiah Kohesi, 6(3), 5-10.

Ridho, M. (2020). Teori Motivasi Mcclelland Dan Implikasinnya Dalam Pembelajaran Pai. Jurnal Studi Keislaman Dan Ilmu Pendidikan. Diambil kembali dari Https://Ejournal.Stitpn.Ac.Id/Index.Php/Palapa/Article/View/673

Sadirman. (2020). Interaksi dengan motivasi belajar mengajar. Jakarta: pt. grafindo persada.

Sasmi, W. Y. (2017). Pengaruh Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Terhadap Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 5. Jurnal Online Mahasiswa, 4(2).

Syah, M. (2001). Psikologi pendidikan: dengan pendekatan baru. Bandung: Rosdakarya.

Taufik, A. (2019). Peran Mata Kuliah Kewirausahaan dalam Menumbuh-kembangkan. Journal of Civic, 1(4). Diambil kembali dari https://doi.org/10.24036/jce.v1i4.298

Yustiana, M. (2020, February). Pembinaan Untuk Mengoptimalkan Hasil Kegiatan Magang Guru Produktif. Jurnal Pendidikan, 2 No.1.

Downloads

Published

2025-12-27